Gagap Teknologi

Orang sering memanggil saya sebagai orang yang ahli dalam teknologi. Berbagai pujian tentang itu saya terima. Namun, saya menilai diri saya adalah _gagap teknologi_.

Sekedar catatan, saya bukan sok – sokan untuk menjadi tua. Ini hanyalah kisah yang diceritakan sebenar-benarnya 🙂

Facebook, Twitter, dan Instagram

Media sosial utama saya ada tiga, yaitu Facebook sejak 2010, Instagram sejak 2013, dan Twitter sejak 2012. Saya aktif di sana dan menjadikannya sebagai hiburan.

Ada anggapan bahwa Facebook telah usang. Anggapan tersebut lahir karena minim dan menurunnya presentasi penggunaan Facebook oleh anak muda. Saya tidak kaget karena teman – teman sekolah saya pun jarang menggunakannya. Alih – alih Facebook, mereka lebih suka Tiktok, Instagram, dan Tiktok. Mengapa tiga itu? Entahlah, mungkin saja lebih asyik, ramai, dan banyak selebritas yang menggunakannya. Sehingga informasi lebih deras dari sana.

Bukan berarti saya tidak punya Tiktok. Aplikasi _jahanam_ itu telah terpasang di handphone saya. Namun saya jarang, bahkan gak pernah menggunakannya. Bagi saya, Tiktok adalah sebuah kesalahan karena banyak orang yang rusak karenanya.

Invasi Canva

Saya telat sadar jika anak – anak sekarang lebih suka pakai Canva untuk membuat berkas presentasi daripada Office (~~Microsoft Office~~, LibreOffice, dan lain – lain). Ketika saya coba sih sangat mudah, apalagi sudah disediakan banyak templat. Tinggal milih bagaimana yang bagus.

Setelah mencoba Canva, apakah saya langsung jatuh cinta? Tidak, saya lebih suka menggunakan Libre Office Impress. Di sana, saya bisa berkreasi tanpa limitasi.

Kaset dan Hard Disk

Alih – alih cloud, saya lebih suka menyimpan data di hard disk karena saya punya data secara langsung. Saya juga masih mainan kaset di tape saya karena hobi saja, sekaligus mendukung musisi.

Bagikan: