Saya mempunyai sebuah mimpi: terbebas dari WhatsApp. Jika saya bisa menghubungi teman dan keluarga dari luar WhatsApp, sudah pasti saya hapus aplikasi itu.
Jujur saja, saya tidak suka dengan WhatsApp. Alasannya sederhana, yaitu:
- Bukan program sumber terbuka
- Rawan diawasi
- Tidak tersedia mengontak pengguna dengan nama pengguna.
- Perangkat pada ponsel terbatas, hanya satu saja.
Alih-alih menggunakannya, saya lebih memilih XMPP. Namun XMPP jarang dikenal, sehingga saya juga memilih Telegram.
Kriteria aplikasi percakapan saya sederhana:
- Tidak menggunakan nomor seluler, melainkan email untuk pendaftaran guna mengantisipasi pembajakan.
- Program sumber terbuka
- Terenkripsi secara end to end & mendukung fitur OMEMO
- Fleksibel, bisa diakses dari mana saja tanpa batasan perangkat.
- Minimalis seperti IRC
Sudah begitu saja. Semoga suatu hari saya bisa satu hari tanpa WhatsApp.