Ketimpangan

Ketimpangan bukan tentang harta, tetapi juga keahlian.

Lelah

Saya lelah dengan segala proker – proker yang saya jalani. Tiap hari kepikiran tugas proker A, proker B, dan Proker C. Belum lagi tentang tugas – tugas sekolah. Terkadang saya ingin rehat sambil menikmati waktu.

Tetapi apa boleh buat, tenaga – tenaga di sekolah sangatlah sedikit. Dalam kesedikitan itu, masih juga dari mereka yang menolak. Sehingga jumlahnya makin sedikit dari kesedikitan itu.

Saya terkadang ingin menolak undangan kegiatan mereka. Mulailah saya acuhkan chat – chat undangan tersebut. Saya berharap mereka paham jika saya menolak tanpa bilang saya menolak. Tetapi mereka tidak peka, makin dihujani kalimat “Kamu maukah, Alif?”

Akhirnya segala keterpaksaan saya, saya mulai menerima, meskipun saya sedikit tidak ikhlas.

Kesimpulan

Saya harap lebih banyak pelajar yang mau mengikuti kegiatan Sekolah. Jikalau tidak paham, ada baiknya kita menjawab “Saya mau ikut, tetapi tolong pandu saya”, daripada menjawab “Maaf saya tidak bisa”. Kasihan mereka (yang terlalu banyak mengikuti kegiatan / kerja rodi) dihabiskan waktunya untuk kegiatan sekolah.

Sekolah ini banyak uangnya, tetapi sedikit tenaganya. Padahal uang dan tenaga adalah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Bagikan: