Antara Pembajakan dan Sumber Terbuka

Catatan ini bermula ketika saya dan teman – teman saya membicarakan kesulitan mencari bajakan program Adobe Illustrator untuk Apple M1-nya.

Sebuah ironi mampu membeli laptop mahal tetapi menolak membayar program Adobe.

Awal Masalah

Bayangkan anda ingin belajar manipulasi gambar yang kebanyakan sumber ilmunya menggunakan aplikasi proprietary bin paid software, yaitu Adobe Photoshop.

Masalah akan selesai jika anda membayarnya, tetapi bagaimana dengan mereka yang tidak mampu? Di dalam kehidupan, kebanyakan orang memilih mengunduh program bajakannya ketimbang mencari jalan alternatifnya.

Beralih Ke Sumber Terbuka

When we speak of free software, we are referring to freedom, not price.

Richard Stallman

Daripada membajak paid proprietary software, lebih baik beralih ke free open source software alias sumber terbuka. Memakai program free software bukan berarti tidak miskin, kok.

Ada banyak program alternatif yang bersifat free open source software, misalnya

| Program | Alternatif |
| ———- | ————|
| Microsoft Office | Libre Office |
| Windows, MacOS | Linux
| Adobe Photoshop | Gimp |
| Adobe Illustrator, Corel Draw | Inkscape, Krita |
| Adobe Premier | Kdenlive, Shotcut |
| Adobe Acrobat Pro DC | Okular |
| Cinema 4D | Blender |

Kompatibilitas & Kemampuan

Tidak semua alternatif hasilnya sama, mungkin lebih mudah, lebih susah, lebih bagus, dan lebih jelek. Ini adalah salah satu alasan kenapa orang enggan menggunakan alternatif.

Bicara soal kesusahan, adalah normal jika kesusahan ketika menggunakan alternatif. Semua butuh proses, tidak ada yang instan. Mie Instan butuh proses meskipun mengaku instan.

Bagikan: